23.2.09

NGAMEN,DOOR TO DOOR

Koin, receh 100...200...500 rupiah selalu ada di dalam dompet khusus di letakkan diatas meja, yang disediakan untuk peminta-minta, pengemis dan pengamen yang datang kerumah.

Tiba-tiba terdengar suara guitar, gendang, bas, tamborin dan lagu dhangdutan yang dinyanyikan bareng rame-rame kayak kolaborasi ala artis gitu looh.
Pakde keluar rumah sambil membawa koin 500 perak...eee...ternyata ada empat orang pengamen...terpaksa nih ngambil dari saku celana dua lembar uang ribuan buat mereka.

Rombongan pengamen itu terus berjalan masuk keluar pekarangan rumah di kawasan perumahan yang padat penduduk. Sampai mendapat uang secukupnya. Lumayan juga tuh...bisa buat makan dan kebutuhan lainya. Trus mereka masuk warung dipinggir jalan untuk makan karena rupanya perut dah keroncongan.

Alkisah, ada seorang pemuda putus sekolah nggak punya kerjaan, tiap hari luntang-lantung kesana kemari sambil nenteng guitar tua. Kalau dia sedang kongkow-kongkow dengan teman-temannya, selalu saja nyanyi dan main guitar. Suaranya merdu nggak pales, dan petikan guitarnya juga apik tuh...
Daripada nganggur nggak punya pekerjaan dia ngamen ke kampung-kampung.
Singkat cerita, suatu saat dia diajak oleh seseorang untuk bertemu dengan produser rekaman.
Dikemudian hari dia muncul di televisi, muncul dipanggung-panggung trus show dimana-mana...trus jadiah artis...

Mau jadi artis? Jangan mimpi dulu! Daripada luntang-lantung kesana kemari nggak punya kerjaan...ngamen aja...itukan halal!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent comments